1 resolusi saya di tahun ini telah dikabulkan Tuhan. Saya baru saja diterima sebagai dosen di universitas almamater saya semasa S1 dulu. Proses saya menjadi dosen ini cukup panjang dan berliku. Dari yang sebenarnya cukup simple, jika saya dulu menerima tawaran langsung dari univ saya setelah lulus S1, menjadi agak ruwet sedikit. hehe. Kenapa ruwet? Baiklah akan saya ceritakan secara singkat.
setelah saya lulus S1 saya diterima bekerja di sebuah perusahaan otomotif. spesifiknya di perakitan mobil di Karawang. kala itu saya mendapat posisi sebagai staf non IT, berbeda dari background saya. singkatnya, ada perasaan tidak cocok dan ada panggilan dari dalam diri untuk kuliah lagi, akhirnya saya resign dan kembali ke Jogja. Saya diterima di perusahaan konsultan IT dari Jakarta, namun saya bisa bekerja di kantor Jogja, sebulan setelah bekerja, saya lolos seleksi tanpa matrikulasi di S2 Ilmu Komputer UGM, jadilah saya galau, saya berpikir, "Bisa nggak ya, saya kuliah sambil kerja?". Karena saya tidak mungkin hanya bekerja atau kuliah saja, saya akhirnya memantapkan diri untuk melakukan keduanya dalam waktu yang bersamaan. Dan terjadilah...
Dan...wow...rasanya kuliah sambil bekerja itu, campur2! stres, capek, kurang tidur, tapi sisi baiknya saya termotivasi banget dengan teman2 sekelas yang juga menjalani hal yang sama. Saya tidak sendiri. 2 tahun itu saya benar2 melampaui batas diri saya. sebisa mungkin membagi waktu, mencuri waktu antara bekerja, belajar, dan mengerjakan tugas. 2 tahun itu saya tergembleng menjadi Clara yang lebih tangguh. Setiap ujian datang, saya selalu mengurus cuti kerja untuk belajar. tapi pernah juga ada pekerjaan kantor yang deadlinenya mepet dan wajib diselesaikan, dengan terpaksa ngoding sambil kuliah. Sungguh pengalaman yang sangat2 berkesan. Di akhir2 masa kerja saya, saya sedang menyusun proposal tesis dan puji Tuhan perusahaan saya memperbolehkan saya cuti beberapa bulan untuk menyusun proposal. Setelah selesai, saya kembali bekerja. Namun karena merasa tidak enak kalau terlalu lama menduakan pekerjaan dan kelelahan membagi tugas, saya akhirnya memutuskan resign untuk berkonsentrasi mengerjakan tesis. keputusan ini sudah saya pikirkan masak2. sempat merasa berat karena otomatis saya tidak berpenghasilan lagi. Namun saya coba serahkan pada Tuhan... tetap resign dan bertekun mengerjakan tesis agar cepat selesai dan bisa mencari kerja lagi.
Awal Maret, puji Tuhan saya mendapat kabar bahwa tesis saya mendapatkan beasiswa pendanaan Tesis dari LPDP. itu semakin membakar semangat saya hingga akhirnya di akhir Juni saya bisa pendadaran dan dinyatakan lulus. Bulan Agustus hingga Oktober, sambil menunggu wisuda, saya mendapat tawaran untuk menjadi IT Trainer pada program CSR Telkomsel di Sulawesi. Puji Tuhan...Bisa dapat pengalaman baru dan rejeki tentunya.
Setelah wisuda, saya mendaftarkan diri sebagai dosen di almamater saya semasa S1, UAJY sebagai dosen prodi baru yaitu Sistem Informasi. Ada rasa takut karena beberapa orang bilang bahwa seleksi dosen uajy ketat sekali dan prosesnya agak lama. dan yang paling terasa saat itu adalah penyesalan... kenapa dulu saya tidak memanfaatkan kesempatan berharga yang pernah ditawarkan kepada saya. Tapi saya coba tepis perasaan itu dan meyakinkan diri bahwa Tuhan pasti punya rencana indah terhadap hidup saya.
3 bulan berlalu, tes demi tes sudah saya jalani (tahapan tes akan saya tulis di postingan selanjutnya) dan tanggal 22 Feb 2017 lalu saya mendapat email pemberitahuan bahwa saya diterima. Puji Tuhan, tak henti2nya saya mengucap syukur kepada Tuhan atas kesempatan kedua yang telah diberikan kepada saya. Sungguh indah rencana Tuhan. Jika saya resapi, Tuhan ingin saya berusaha lebih keras dulu, Tuhan ingin saya terbelokkan ke pekerjaan yang lain dulu sehingga ketika saya memperoleh apa yang saya inginkan, saya benar2 menghargai dan tidak menyia-nyiakan apa yang telah saya peroleh ini, Tuhan ingin saya berkenalan dengan orang2 baru yang ternyata mereka semua adalah orang2 hebat, Tuhan ingin saya punya pengalaman bekerja dulu sebelum mengajar, dan berbagai makna indah lainnya.
Dan kesan saat diterima ini berbeda sekali dari pengalaman saya saat diterima di pekerjaan sebelumnya. jika sebelumnya saya senang, sekarang saya lebih dari senang. jika sebelumnya saya hanya memberitahukan kepada pacar dan ortu saya, maka sekarang saya memberitahukan dan berterimakasih kepada setiap orang yang membantu proses saya sehingga saya bisa menjadi dosen. Ya, menjadi dosen butuh proses panjang dan dalam proses itu saya menemui banyak sekali orang baik yang turut membangun kepribadian saya, membantu saya, menyemangati saya, dan mendoakan saya.
Terimakasih Tuhan atas orang2 tersebut...
capture dari percakapan saya dan orang2 tersebut pun saya simpan sebagai kenang2an bahwa mereka pernah andil begitu besar terhadap perkembangan diri saya pada umumnya dan karir saya pada khususnya.
Apakah saya akan mengalami hal seindah ini jika dulu saya lurus2 saja? Saya tidak tahu, tapi yang jelas belum tentu!
Dan dengan lantang dan pasti sekarang saya bisa berkata bahwa, "SAYA TIDAK MENYESAL! saya tidak menyesal telah menjalani hari-hari yang berat dan jalan yang berliku untuk meraih apa yang saya impikan".
Puji Tuhan. Syukur kepada Tuhan.
sekian dari saya,









