Menjadi dosen sungguh menyenangkan... walaupun sibuk namun kami tiap hari berhadapan dengan mahasiswa-mahasiswa yang sangat menarik, menyenangkan dan menyebalkan hehehe. Pada postingan kali ini, saya mau menceritakan apa yang saya alami saat saya sedang bimbingan akademik. Ada seorang mahasiswa, sebut saja Mawar yang beberapa hari yang lalu ingin bertemu saya karena ingin curhat tentang masalahnya. Jadilah kami bertemu di suatu pagi, sebelum si Mawar kuliah sesi 2. Aku bertanya masalah apa yang mengganggu pikirannya dan Mawarpun menjawab. "Saya merasa lelah Bu". Dia bilang ini sambil menangis, dan lucunya saya pun ikut menangis. Saya menerka-nerka apakah karena masalah kuliah, atau masalah pencalonan si Mawar ini jadi salah satu kandidat ketua himpunan. dan ternyata penyebab dia merasa tertekan adalah tentang pencalonannya tersebut. Untuk masalah kuliah sih dia tidak ada masalah, karena saya tahu dia anak yang pintar dan rajin. Dia juga cukup aktif di kelas. Mawar bilang dia tidak suka hal-hal berbau kampanye. Lalu mengapa dia bisa mencalonkan diri jadi ketua ya?
Dia bilang kalau waktu ditawari jadi ketua himpunan, dia dalam posisi senang, jadi tidak banyak pertimbangan saat mengiyakan tawaran tersebut. Nah, pelajaran pertama: Jangan asal membuat keputusan saat hati terlalu senang atau hati terlalu marah, karena biasanya kita jadi enggak benar-benar mempertimbangkan keputusan tersebut dengan matang. Trus gimana dengan si Mawar? Nasi sudah menjadi bubur. Hadapilah yang ada dan jadi pilihan ya.. Namun saya penasaran juga sih, ketika Mawar SMA apakah dia juga aktif berorganisasi? karena kalau sudah berpengalaman sih, tidak akan terlalu susah untuk beradaptasi. Ternyata di jaman SMA si Mawar aktif lho, dia jadi sekretaris sebuah organisasi keagamaan dan dia cerita bahwa ketika dia ditunjuk jadi sekretaris itu pun sebenarnya dia tidak dalam keadaan siap. Dia pun tidak ada yang ngajari bagaimana seharusnya menjadi sekretaris. Namun dia bisa menjalani kewajibannya tersebut dengan baik. Nah.. saya langsung bilang "Tuh kan udah pernah bisa". Saya pun langsung menyemangati Mawar dengan bilang bahwa saya yakin dia bisa mengemban amanah jika nantinya terpilih jadi Ketua. Karena sudah terbukti di SMA dia bisa. Tidak hanya organisasi keagamaan tsb sih, katanya ada beberapa pengalaman organisasi lainnya. Pelajaran kedua: Pengalaman itu penting! Berikutnya saya bilang, "toh penghitungan suaranya kan masih besok, kenapa kamu berpikir terlalu jauh? yang ada sekarang pikirkanlah sekarang". Saya berusaha menenangkan dia dengan bilang, kita tunggu hasil penghitungan suara dulu, belum pasti juga dia yang terpilih. Saya jg menenangkan dia dengan bilang bahwa ketika seumuran dia, saya tidak sekuat dia. Saya pernah terikat pada organisasi dan ketika saya punya kesibukan lain yang saya anggap lebih penting dan urgent saat itu, saya memilih satu yang akan saya fokuskan, tentunya dengan ijin terlebih dahulu kepada organisasi tsb. Selain itu waktu saya bekerja, saya pernah memilih untuk resign saat saya mengerjakan tesis, karena saya merasa saya tidak bisa mengerjakan dua hal secara bersamaan dengan maksimal. Namun Mawar tidak, hati kecil saya bilang bahwa Mawar lebih kuat dan itu yang saya yakini serta serukan berulangkali kepada Mawar. Saya bilang juga bahwa saya percaya jika dari SMA dan sekarang kuliah saja Mawar sudah mendapatkan kepercayaan dalam organisasi, ke depannya saya bisa lihat Mawar dalam tahun-tahun ke depan saat dia berkarir, Tuhan pun tak akan ragu berikan kepercayaan kepada Mawar. Saya percaya. Saya minta dia ingat ucapan saya ini ketika besok dia benar-benar mendapatkan kepercayaan itu. Pelajaran ketiga: Setialah dalam perkara kecil, maka Tuhan akan berikan perkara besar kepadaMu. Akhir kata saya bilang agar Mawar selalu semangat dan saya akan selalu dukung dia. Jadi jangan ragu untuk cerita masalah apapun ke saya..
Keesokan harinya...
Mawar pun menghubungi saya dan menunjukkan foto hasil penghitungan suara... Dan tahukah Anda bahwa Mawar benar-benar terpilih sebagai ketua. Wow... Kemarin pagi sebenarnya saya sempat berfirasat bahwa mungkin saja Mawar bisa menang. Dan ternyata benar.. saya ucapkan selamat buat dia. Saya bilang, "Kita harus ada sesi curhat kedua nih.. hehehe". Saya berpesan ke dia supaya dia bisa menempatkan orang-orang yang tepat menjadi bawahannya, yang kira-kira bisa diajak bekerja sama dengan dia. Bukan bermaksud mengesampingkan yang tidak bisa ya, tapi waktu yang dibutuhkan untuk adaptasi agar lebih cepat dan himpunan dapat segera bekerja dengan baik sesuai dengan proker yang mereka usulkan. Saya rasa dia lebih paham untuk urusan ini. Sekali lagi selamat Mawar, tanggung jawab yang besar menantimu. Selalu persembahkan yang terbaik ya... :))
Dia bilang kalau waktu ditawari jadi ketua himpunan, dia dalam posisi senang, jadi tidak banyak pertimbangan saat mengiyakan tawaran tersebut. Nah, pelajaran pertama: Jangan asal membuat keputusan saat hati terlalu senang atau hati terlalu marah, karena biasanya kita jadi enggak benar-benar mempertimbangkan keputusan tersebut dengan matang. Trus gimana dengan si Mawar? Nasi sudah menjadi bubur. Hadapilah yang ada dan jadi pilihan ya.. Namun saya penasaran juga sih, ketika Mawar SMA apakah dia juga aktif berorganisasi? karena kalau sudah berpengalaman sih, tidak akan terlalu susah untuk beradaptasi. Ternyata di jaman SMA si Mawar aktif lho, dia jadi sekretaris sebuah organisasi keagamaan dan dia cerita bahwa ketika dia ditunjuk jadi sekretaris itu pun sebenarnya dia tidak dalam keadaan siap. Dia pun tidak ada yang ngajari bagaimana seharusnya menjadi sekretaris. Namun dia bisa menjalani kewajibannya tersebut dengan baik. Nah.. saya langsung bilang "Tuh kan udah pernah bisa". Saya pun langsung menyemangati Mawar dengan bilang bahwa saya yakin dia bisa mengemban amanah jika nantinya terpilih jadi Ketua. Karena sudah terbukti di SMA dia bisa. Tidak hanya organisasi keagamaan tsb sih, katanya ada beberapa pengalaman organisasi lainnya. Pelajaran kedua: Pengalaman itu penting! Berikutnya saya bilang, "toh penghitungan suaranya kan masih besok, kenapa kamu berpikir terlalu jauh? yang ada sekarang pikirkanlah sekarang". Saya berusaha menenangkan dia dengan bilang, kita tunggu hasil penghitungan suara dulu, belum pasti juga dia yang terpilih. Saya jg menenangkan dia dengan bilang bahwa ketika seumuran dia, saya tidak sekuat dia. Saya pernah terikat pada organisasi dan ketika saya punya kesibukan lain yang saya anggap lebih penting dan urgent saat itu, saya memilih satu yang akan saya fokuskan, tentunya dengan ijin terlebih dahulu kepada organisasi tsb. Selain itu waktu saya bekerja, saya pernah memilih untuk resign saat saya mengerjakan tesis, karena saya merasa saya tidak bisa mengerjakan dua hal secara bersamaan dengan maksimal. Namun Mawar tidak, hati kecil saya bilang bahwa Mawar lebih kuat dan itu yang saya yakini serta serukan berulangkali kepada Mawar. Saya bilang juga bahwa saya percaya jika dari SMA dan sekarang kuliah saja Mawar sudah mendapatkan kepercayaan dalam organisasi, ke depannya saya bisa lihat Mawar dalam tahun-tahun ke depan saat dia berkarir, Tuhan pun tak akan ragu berikan kepercayaan kepada Mawar. Saya percaya. Saya minta dia ingat ucapan saya ini ketika besok dia benar-benar mendapatkan kepercayaan itu. Pelajaran ketiga: Setialah dalam perkara kecil, maka Tuhan akan berikan perkara besar kepadaMu. Akhir kata saya bilang agar Mawar selalu semangat dan saya akan selalu dukung dia. Jadi jangan ragu untuk cerita masalah apapun ke saya..
Keesokan harinya...
Mawar pun menghubungi saya dan menunjukkan foto hasil penghitungan suara... Dan tahukah Anda bahwa Mawar benar-benar terpilih sebagai ketua. Wow... Kemarin pagi sebenarnya saya sempat berfirasat bahwa mungkin saja Mawar bisa menang. Dan ternyata benar.. saya ucapkan selamat buat dia. Saya bilang, "Kita harus ada sesi curhat kedua nih.. hehehe". Saya berpesan ke dia supaya dia bisa menempatkan orang-orang yang tepat menjadi bawahannya, yang kira-kira bisa diajak bekerja sama dengan dia. Bukan bermaksud mengesampingkan yang tidak bisa ya, tapi waktu yang dibutuhkan untuk adaptasi agar lebih cepat dan himpunan dapat segera bekerja dengan baik sesuai dengan proker yang mereka usulkan. Saya rasa dia lebih paham untuk urusan ini. Sekali lagi selamat Mawar, tanggung jawab yang besar menantimu. Selalu persembahkan yang terbaik ya... :))

