Selasa, 17 Juni 2014

Verifikasi Berkas, LGD, dan Wawancara Beasiswa LPDP


suasana di convention hall UIN Jogja saat proses seleksi
sesudah submit dan upload data pendaftaran melalui http://beasiswa.lpdp.depkeu.go.id sebelum batas pengumpulan data yaitu tanggal 19 Mei 2014, saya mendapat sms dan email pemberitahuan dari LPDP bahwa saya lolos seleksi berkas dan harus mengikuti seleksi tahap kedua beasiswa LPDP. berikut saya ceritakan proses Verifikasi berkas, LGD dan wawancara seleksi.
 


Day #1 (6 Juli 2014) 
Verifikasi Berkas
Pada tahap ini kita harus menunjukkan ijazah, transkrip, sertifikat TOEFL asli, LoA (bila ada), surat pernyataan sesuai dengan format LPDP, dan surat ijin belajar (bila sudah bekerja).
LGD (Leaderless Group Discussion)
Kelompok LGD ini terdiri dari 7-8 orang dengan background dan jenjang yang berbeda-beda. Pada saat itu, kelompok saya terdiri dari 6 pendaftar Magister DN dan 1 orang pendaftar Doktor LN. kami mendapat topic tentang JIS dan di situ kami beperan sebagai staf ahli yang akan memberi saran kepada Kemendikbud tentang solusi penanganan masalah JIS tersebut. Sesuai dengan namanya, leaderless, diskusi ini tidak menghendaki adanya dominasi berlebih/pemimpin namun bagaimana kita dapat aktif berkontribusi memberikan pendapat sesuai porsi kita.

Day #2 (7 Juli 2014)
Wawancara 
Saya diwawancara oleh 3 orang reviewer yang terdiri dari 2 orang bapak dosen dan 1 orang ibu psikolog. Wawancara ini tidak berlangsung lama, mungkin hanya sekitar 20-30 menit. Saya pribadi pun merasa enjoy dengan proses wawancara ini karena tidak bersifat pressing dan hanya menanyai tentang background, pengetahuan, dan rencana studi kita. Berikut ini daftar pertanyaan yang ditanyakan dalam wawancara saya:

Profile diri kita (nama, asal univ, jurusan, alamat rumah, mau ambil jurusan apa dan di mana)
Saya jawab, saya Clara Hetty Primasari dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta, jurusan Teknik Informatika dan hendak mengambil  Master Ilmu Komputer di UGM. Bapak A menimpali saya kenapa saya tidak mengambil Magister LN saja? Lalu saya jawab bahwa TOEFL saya hanya 510 dan tidak memenuhi syarat magister LN. namun bapak tsb  bilang bahwa kalau beliau jadi saya, beliau akan mengambil Magister LN. hahaha. *bapaknya baikkk.. dan sampai akhir wawancara pun Bapak A ini yang antusias mendengar jawaban-jawaban saya. Hehe* 

Kenapa mengambil jurusan tsb
Saya jawab karena saya ingin memperdalam ilmu saya di bidang enterprise information system(sesuai dengan peminatan yang saya ambil sewaktu undergraduate), maka dari itu saya ingin mengambil peminatan yang linier pula dengan peminatan saya sebelumnya.

Rencana studi dan thesis (in english)
Utk yang ini saya bilang saya ingin membuat sistem berskala perusahaan. Namun untuk sistem  dan perusahaan apa yang sistem akan saya jadikan studi kasus, masih perlu saya kaji dan investigasi lagi. Saya juga bilang kalau saya ada alternative ide lain yaitu sistem penghubung antara petani dan konsumen, untuk mengurangi ketergantungan petani dengan tengkulak yang biasanya membeli beras dari petani dengan harga murah dan menjualnya ke konsumen dengan harga yang lebih tinggi. Nah menariknya Bapak A nyeletuk, “Udah ada rencana belum mau ambil keuntungan berapa dari sistem ini?”hahaha. dalam hati saya berpikir bahwa sistem ini bisa jadi dan diterapkan saja saya sudah senang, tidak ada terbersit sedikitpun dalam benak saya utk mengkomersilkan sisten tersebut.

Rencana setelah lulus
Saya menjawab saya akan menjadi dosen dan ingin bekerja di kementrian/institusi pemerintahan sebagai Tenaga IT nya. 

 Apa saja yang kamu lakukan semenjak lulus hingga sekarang
Saya jelaskan pengalaman kerja saya dan usaha2 yang saya lakukan untuk memperoleh beasiswa.

Pengalaman organisasi
Di sini saya menceritakan pernah ikut organisasi apa dan jadi apa di organisasi tersebut.

Apakah ingin melanjutkan ke S3 setelah lulus S2?
Saya jawab,”Mau banget, Pak!” kemudian bapaknya Tanya lagi, “Mau dalam negeri atau luar negeri?” saya bilang mau ke luar negeri.. aminn… semoga TOEFL ku kelak bisa meningkat saat saya daftar S3 kelak.

Apabila kamu ditawari bekerja oleh perusahaan asing dengan gaji yang menjanjikan padahal awalnya kamu ingin jadi dosen, mana yang kamu pilih
Jelas jawab kalo saya cinta Indonesia. hihihi.

Sila-sila dalam pancasila
saya ditanya isi sila ke-3 dan ke-4.

Pendidikan dalam UUD 1945 ada dalam pasal berapa
Nah ini saya lupa. Aseli lupa.. saya jujur jawab ke bapaknya kalo saya lupa.. dan bapaknya langsung berbaik hati ganti pertanyaan

Karena aku bilang ingin tetap stay dan jadi dosen di Jogja, bapaknya jadi Tanya menurutku kebudayaan Jogja apa yang kamu suka, trus seniman Jogja siapa aja, dan terakhir, bapaknya Tanya tentang gending Jawa. Dierrrrr… haha… aku gak tau.. tapi Puji Tuhan, aku bisa lagu bosanova Jawa yang judulnya “Kena Godha”. Alhasil, aku disuruh nyanyiin lagu itu dan setelah nyanyiin lagu itu, aku ditanyain artinya apa. Untuk bagian ini saya sukses :D

Kira-kira itulah ditanyakan reviewer sewaktu interview LPDP. Hasil dari wawancara ini baru akan diumumkan minggu depan tanggal 25 Juni 2014. Apapun yang akan saya peroleh saya serahkan semua kepada Tuhan. Yang jelas saya bersyukur bisa mengikuti tahap seleksi sampai tahap ini.


sekian dari saya,

who follows me