Rabu, 01 Januari 2020

2019 dan 2020


Selamat Tahun Baru 2020!!

Terimakasih Tuhan, masih diberi kesempatan untuk membuka mata pada tahun yang baru ini. Kali ini saya lagi selo di rumah, baru saja sampai dari perjalanan saya dari Bali... dan saya baru bangun tidur. 2 hari ini kepala saya pusing sekali dan badan saya rasanya lemas. Jadi mumpung masih libur, saya sempatkan untuk beristirahat...

Oke, seperti biasa, saya selalu membuat posting blog di akhir/awal tahun. dan sekarang saya akan membuat untuk tahun 2019 dan 2020.

2019
seperti biasa, saya selalu mengucap bahwa tahun yang saya lewati itu luar biasa! tahun ini jauh lebih luar biasa... dimulai dari awal tahun, saya mempersiapkan untuk penerbitan IJIS Vol. 1, No.2 dan Vol. 2, No. 1. Saya sangat sangat menikmati pekerjaan saya sebagai pengelola jurnal... Bekerja dengan Editor In Chief, berinteraksi dengan beragam author dan proofreader... Pada posisi ini saya menyadari bahwa selain saya memegang kendali atas mutu jurnal yang kami publikasikan, posisi ini jg merupakan posisi yang membuat seorang author sangat bergantung kepada peran org tsb.. karena apa? bisa karena macam2, dan pastinya karena kepentingan si author. Ini membuat posisi pengelola jurnal semacam di atas angin. Tapi.. dari sisi pengelola jurnal, walaupun kami butuh naskah, kami tidak bisa mengorbankan mutu jurnal kami dengan menerima paper yang kualitasnya kurang... Nah kadang di situ dilemanya... Tapi Puji Tuhan, saya bisa konsisten, dan dibantu dengan orang-orang hebat di sekitar saya, kami tetap bisa konsisten mempertahankan mutu jurnal kami..

Berikutnya adalah di April tahun ini, prodi kami divisit oleh asesor dalam rangka akreditasi.. Akreditasi ini sungguh menyita waktu, tenaga, dan pikiran kami dari tahun-tahun sebelumnya. Kami sudah mempersiapkannya sejak lama. Kami diharapkan untuk memperoleh B pada akreditasi pertama kami dan utk mencapainya cukup berat karena kami belum punya lulusan. Kami berusaha semaksimal mungkin untuk itu dan kalau memgingat-ingat usahanya, wow, wkwkwkw setiap hari kami ngupreknya cuma akreditasi terus... sampai mabok. Visitasi akhirnya dilakukan pada 11 April 2019 dan 2 minggu(kira-kira) setelah itu, kami mendapat pengumuman bahwa kami berhasil mendapat hasil B. Yeaaaay.. Puji Tuhan, kerja keras kami semua sebagai tim terbayar!

di Juli tahun ini, saya jg diminta untuk menggantikan sekprodi saya yang mau studi lanjut. Wow, saya sendiri merasa masih bau kencur di prodi kami, namun ya siapa lagi yang bisa menjalankan prodi kalau bukan kami-kami yang belum studi lanjut? jadi yaaa... saya bilang iya dan karena Agustus adalah penerbitas IJIS Vol 2, No 1., Saya meminta agar dapat menyelesaikan tugas terakhir saya sbg pengelola jurnal dan memulai posisi yang baru sbg sekprodi pada September 2019.

Akhirnya September tiba dan saya menggantikan sekprodi saya yg sdg S3. Saya harus beradaptasi dengan posisi ini. Jika dibandingkan dengan pengelola jurnal, jabatan ini tidak terlalu susah. Banyak berurusan dengan administrasi. Namun tanggung jawab yang diemban oleh seorang sekprodi cukup berat, karena yaa... harus running segala aktivitas prodi. Kalau pengelola jurnal, puncaknya adalah pada bulan penerbitan, kalau sekprodi harus standby sepanjang waktu... Ya.. sepanjang waktu wkwkwkw.. bahkan waktu liburan. Selain itu, yang menyita pikiran dan perasaan adalah, banyak sekali permasalahan non admin yang harus dihadapi. Tapi dengan penyertaan Tuhan, semoga itu semua bisa dihadapi dengan baik.

Kok kerjaan semua Clar?
iya nih... anaknya lagi hectic banget masalah kerjaan

trus masalah keluarga mana?
Banyaaaaak jg masalahnya... 
Saya akan cerita tentang salah satu masalah yang mungkin disebabkan oleh kekurangan saya sendiri. Dengan giat2nya saya bekerja, membuat saya mgkn sedikit mengabaikan rumah tangga saya.. Saya mungkin kurang memperhatikan rumah dan suami. Saya mungkin terlalu egois dengan diri saya dan pekerjaan saya. Karena itu, mungkin membuat beberapa hal bereaksi tidak seperti yang saya harapkan. Saya tidak mau cerita itu apa. Tapi cukup menyakitkan untuk dihadapi, dirasakan, dan diingat2. 

Oh ya, Oktober lalu saya jg kehilangan tante saya... hal ini membuat saya belajar ttg penyesalan.. dan ini adalah hal yang tidak bisa saya bayar seumur hidup saya. Dengan peristiwa ini saya merasa harus memperhatikan mereka semua yang masih hidup, dan mungkin kekurangan perhatian dari saya... Ah.. saya jadi ingat ortu, adek, tante saya satunya... Saya harus memperhatikan mereka semua.

Miris ya? Ternyata di balik kelancaran pekerjaan saya di atas, ada hal-hal yang sebenernya biasa aja, gak jadi masalah sebenernya, tapi kalo saya rasakan lebih dalam, selalu muncul pertanyaan seperti ini, "Kamu mau jadi orang seperti apa Clar? Diingat seperti apa di hati mereka? Apa kamu seegois itu?"


2020
Maka dari refleksi ini, inilah yang akan menjadi landasan saya utk resolusi tahun 2020 ini... Jika pada tahun-tahun sebelumnya, saya mungkin dengan angkuhnya meresolusikan hal-hal yang kaitannya dengan pencapaian diri sendiri, maka pada tahun ini saya hanya memiliki satu resolusi saja:
"Saya ingin lebih berarti untuk orang-orang di dekat saya. Berusaha seimbang dan tidak memikirkan diri sendiri " dan satu resolusi ini beranak pinak menjadi:
  • menjadi istri yang lebih perhatian dengan suami
  • menjadi kakak yang lembut kepada adik
  • menjadi ponakan yang peka terhadap tante
  • menjadi ponakan yang sering mengunjungi budhe dan pakdhe pugeran
  • menjadi menantu yang tidak cuek 
  • menjadi orang yang tidak pendendam
  • menjadi teman yang baik dan seharusnya buat teman yang lain, dan tak lupa
  • menjadi umat manusia yang lebih baik dan lebih sadar thd Tuhannya


sekian dari saya,

0 komentar:

Posting Komentar

tinggalkan komentar Anda

who follows me